LiveForShare

hello:)
I'm Lydia.
coz monotony is out of date and perfection is boring,
Come and PLAY with me!
I'm POSITIVELY ADDICTIVE :D
Ask me anything

Secuil cerita tentang Desa budaya Pampang.

Kalau berkesempatan pergi ke ibu kota Kalimantan Timur, Samarinda, sempatkan diri buat main ke Desa budaya Pampang. Desa Pampang adalah Desa suku Dayak Kenyah. Disini kita bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat suku Dayak Kenyah. Ga di hutan, mereka udah modern dong.. tapi mereka masih mempertahankan tradisi-tradisi Dayak Kenyah. Karena pengetahuan georgrafi saya yang buruk, ditambah dengan malasnya saya berbincang dengan om Google, katakan saja bahwa Desa Pampang berada di dekat pusat kota Samarinda, arahnya mau ke Bontang. Apakah masih ada di Samarinda atau sudah keluar kota? Have no idea about that..

Ok. Kemarin itu, saya bersama 2 orang teman pergi ke Samarinda, kami menginap di salah satu hotel di Jalan Juanda. Ini yang bisa anda lakukan untuk sampai ke Desa Pampang, dari Jalan Juanda. Pertama..carilah taksi (baca: angkot) B ke arah mall Lembuswana, berhentilah disana untuk ganti angkot berwarna merah ke arah Terminal Lempake. Sekitar 10 menit, sampailah anda di sebrang Terminal Lempake. Disinilah anda harus bersabar untuk menunggu angkot berwarna kuning yang bisa membawa anda ke depan jalan menuju Desa Pampang. Yap, jarang banget ada angkot yang mau masuk sampai Desa Pampang.  Sebenarnya jarak antara terminal Lempake dan Desa Pampang tidak begitu jauh, tapi jangan berpikir untuk jalan kaki yah. Soalnya ga deket juga ahahah… lumayan lah kalau pake angkot kuning itu sekitar 20 menit. Masalahnya, angkot kuning ini jarang juga lewat, kalau beruntung, 10 menit menunggu bisa langsung dapat.. nah.. kami waktu itu menunggu sekitar 20 atau 30 menit. Lupa. Anyway, ada toko kelontong persis di depan terminal Lempake, pemiliknya baik sekali loh.. kalau tidak ada beliau, kami mana tau kalau harus pake angkot kuning..hahaha.. sempatkan mampir yah :D.. nahhh… kalau sudah ketemu angkot kuning bilang saja mau ke Desa Pampang, supir angkot pasti sudah mengerti, biasanya pak supir akan mengonfirmasi dengan, “tapi saya ga anter sampe dalem ya, mbak”.. nah santai aja, nanti akan ada ojek yang siap menanti di depan jalan menuju Desa Pampang.

Di perjalanan menuju Desa Pampang, kita akan melewati Kebun Raya Samarinda (yang mungkin di dalamnya ada dinosaurus. Hahah #bohong) dan suatu wilayah bernama Tanah Merah yang katanya ada air terjun yang bagus disana. Oya, tarif angkot kuning dari terminal sampai depan Desa Pampang itu sekitar 9000-10.000 perorang, gimana amal ibadah dan mood pak supir hahaha.. ketika sampai di depan Desa Pampang, sudah ada geng ojek menanti. Rata-rata mereka adalah orang banjar. Perantau yang baik hati lah hehehe… tarif ojek 10.000, jangan ditawar lagi ya, kasian.. bener deh.. jalan ke Desa Pampang jelek, bolong-bolong, becek (kalo abis ujan) mana jauh pulak.. sip… nah kalo udah sampai di dalam, jangan lupa buat minta no hp bapak ojeknya, biar bisa dijemput.. kecuali kalo mau ngesot sendiri sampai depan.. jauh loohh.. hahahah..

Nah Desa budaya Pampang memang sudah komersil, per orangnya dikenakan tiket 15.000.. dengan 15.000 anda bisa melihat pertunjukan tari di lamin (rumah panjang) mereka dan dapat souvenir gelang hehehe… nahhhhhh ini tips yang penting ting ting ting. Seperti tadi saya bilang, Pampang itu komersil.. sooo kalau ada adek kecil minta difoto, ibu ibu minta difoto, siapapun orang Dayak Kenyah setempat minta difoto, WASPADALAH, niscaya setelah anda berfoto atau memfoto mereka, mereka akan minta uang..huiiiii….foto nenek bertelinga panjang dikenakan biaya 25.000, anak anak 10.000. UUD..ujung ujungnya duit. Huft. Tapi buat anda yang haus visual seperti kami, anda pasti akan merasa cukup bahagia melihat tari tariannya, dan akan benar benar bahagia melihat lamin ini.. soalnya di tembok lamin, dihiasi dengan ukiran motif Dayak Kenyah yang sangat sangat SANGAT super keren. Bahkan tiang tiang penyangganya juga diukir.. dan ada totemnya juga jangan lupa difoto yah.. ada di lapangan parkirnya eheheh..

Selain tari tarian disini juga ada lapak lapak penduduk setempat yang menyewakan jasa foto dengan kostum Dayak Kenyah, juga menjual souvenir-souvenir.. tipsnya : TAWAR. tawar sodara sodara!! Ahahah kalo menawar dengan tepat, harga souvenir disini jauuuuuuhhhhh lebih murah daripada di citra niaga, Samarinda. Kecuali mandaunya yah..muahalll…750.000 wuuiiii… karena yang ini asli banget dibuat oleh tangan suku Dayak Kenyah. oya, sama buat yang muslim.. kalo mau beli souvenir tanya dulu itu apaan„ soalnya dijual juga souvenir dari gigi celeng. Ga ada sertifikat halalnya eheheh… OYA sama ini penting banget. Performance tari tarian HANYA ADA DI HARI MINGGU SAJA sajaaa sodara sodara dan hanya berlangsung dari jam 14.00 – 15.00 WITA sajaaa..oke.. so don’t be late. At the end, Desa Pampang boleh banget lah buat tujuan wisata, seru kok seru eheheh… kalau ada kesempatan kesana lagi,saya pasti akan menyempatkan kesana lagi heheheh.. semoga bermanfaat J

PS : if u r boys and single, Kenyah girls are beautifull. They have bright skin, long dark hair, asian face, and their dance, is as beautifull as their appearance. How’s that sound? Ahahah..

  1. blogmodernartefak reblogged this from pppooositive
  2. pppooositive posted this
More Information